Monday, April 8, 2013

Lelaki Yang Selalu Menunggu

"Bi, pelan-pelan aja jalannya..." Teriakku di tengah derasnya hujan ketika menyusuri jalan di pinggir kompleks rumah.
"Hujan, mi....biar cepet sampe...."
"iya, tapi jangan ngebut...di ujung jalan itu ada orang gila yang suka berdiri di jalan. Kuatir kl Abi ngebut, ntar malah kegok karena dia selalu berdiri di tengah jalan.."
"Ooooo..." Akhirnya laju motor diperlambat oleh Suamiku.
Dan benar saja, Laki-laki itu tengah berdiri di tengah jalan dan hujan yang mengguyur begitu deras. Tatapannya tajam ke arah ujung jalan yang tak bertepi.
Ah, lelaki itu itu begitu setia menunggu. Menanti penuh harap tanpa pernah merasakan lelah di penantiannya.
Hari itu cuaca begitu terik ketika huan dan gemuruh bersahutan di hatinya. Kedua orang tuanya tidak menyetujui hubungannya dengan sang kekasih, padahal mereka sudah lama menjalin kebersamaan. Hanya karena sebuah kekhawatiran yang tidak berlandasan....kekasihnya  berasal dari keluarga broken home dan entah dimana kedua orang tuanya. Saat ini kekasihnya hanya tinggal bersama Tantenya yang juga tinggal sendirian.
Keputusan kedua orang tuanya membuat mereka harus berpisah, mengubur impian tentang sebuah cinta dan sebuah impian kebersamaan yang begitu indah. kekasihnya akhirnya menikah dengan lelaki lain yang mampu menerima keadaannya. Namun ia sadar sepenuhnya, bahwa keputusannya untuk menikah akan memberikan goresan luka yang amat dalam untuk lelakinya itu.
Ditinggalkan menikah oleh seseorang yang begitu dicintai, membuat ia terpuruk dalam luka yang teramat dalam. Hidup baginya adalah menunggu, menunggu kekasihnya yang sangat dicintai kembali merajut impian dan kasih yang dulu sempat terkoyak. Hari demi hari dilaluinya dengan berbagai episode impian tentang sebuah harapan atas penantian.
Dia terus menanti dengan sepenuh pengharapan dan cinta yang dimiliki, berharap takdir akan mengembalikan kekasih dan impiannya yang sempat terpisah oleh keegoisan kedua orang tuanya.
Menanti dan menanti, menunggu tanpa sebuah kepastian....menunggu dengan harapan yang mungkin hanya sebuah impian masa lalu...
Ya Robb, Ijinkan dia untuk bisa menikmati kebahagian hidup atas penantiannya selama ini.
Bantu dia untuk menghadapi hidup dan membuka lembaran baru hidupnya...
*catatan harapan seorang adik kecil...

0 comments :

Post a Comment